Visi & Misi

Yayasan WALI resmi mendapatkan izin operasi pada tanggal 20 Maret 2021. Yayasan ini bergerak di bidang sosial, terutama  pendidikan, keagamaan, dan pembinaan ekonomi santri dan masyarakat. Yayasan selanjutnya akan mendirikan Pesantren WALI. 

Filosofi Empat Pilar – W.A.L.I.

“Sesuai dengan namanya, Pesantren WALI dibangun dari filosofi empat pilar, sesuai singkatan namanya: Worship, Attractive, Long Lasting, dan Independence,” kata Luthfi.

Worship

Ia menjelaskan, Worship merujuk kepada niat suci bahwa pesantren adalah sebagai bentuk pengabdian dan ibadah untuk semata-mata mencari keridhaan-Nya dan bermanhaj ahlussunnah.

Attractive

Attractive artinya pesantrennya menarik. Artinya memiliki pembeda dari pesantren sejenis lainnya. “Antara lain, karena pesantren nantinya berkomitmen untuk membekali santri di bidang agro (pertanian, peternakan, dan perikanan), aneka usaha dan IT (ketrampilan bermedsos, penguasaan software dan  hardware untuk pengembangan dakwah via internet),” paparnya. 

Long Lasting

Long Lasting artinya  berkelanjutan. Prinsip sustainabilitas atau berkelanjutan akan diterapkan.

Independence

Sedangkan Independence artinya mandiri. PP WALI membentuk, membimbing, jiwa kemandirian santri. “Life skills yang diajarkan di Pondok Pesantren  WALI, diharapkan menjadi alat bertahan hidup, berkompetisi, dan mengembangkan diri. Kemandirian dirintis dan dimulai dari PP WALI sendiri baru kemudian semangat ini bisa ditularkan kepada santri,” tutur Luthfi Hamidi.