wali.co.id
  • Home
  • Teknologi
  • Ria Mustika Fasha Asal Bengkulu Sandang Kartini Digital 2017
Minggu, 23 April 2017 22:46:00

Ria Mustika Fasha Asal Bengkulu Sandang Kartini Digital 2017

Istimewa
Wagub Sumut Nurhajizah Marpaung menyerahkan piala kepada Ria Mustika Fasha asal Bengkulu Juara I Kartini Digital 2017 Competition.

Wali.co.id - Ria Mustika Fasha asal Bengkulu berhasil menyandang Kartini Digital 2017 pada Malam Grand Final Kartini Digital 2017 Competition, di Ballroom Adimulia Hotel, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (22/4/2017) malam.

Posisi runner up juga diraih peserta dari Bengkulu, yakni Reptian Sari, dan Meldawati Br Ginting asal Kabanjahe, Sumatera Utara (Sumut) menduduki posisi ketiga.

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Sumut Brigjen TNI (Purn) Nurhajizah Marpaung, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid, Executive Vice President (EPV) Telkomsel Area Sumatera Paulus Djatmiko, Vice President Sales and Marketing Area Sumatera Erwin Tanjung, Kepala SKPD Pemprov Sumut, dan peserta Kartini Digital Competition 2017.

EVP Telkomsel Area Sumatera Paulus Djatmiko mengatakan Telkomsel sebagai operator paling ter-Indonesia, sengaja menggelar kompetisi Kartini Digital dengan tujuan untuk menginspirasi perempuan Indonesia masa kini, agar semakin memanfaatkan teknologi untuk menunjang aktivitas hariannya. Kompetisi ini untuk mencari sosok Kartini di Pulau Sumatera dalam era digital, baru pertama kali digelar Telkomsel.

“Harapannya Kartini Digital terpilih agar menjadi influencer bagi wanita lain, bisa berbagi layanan digital, seperti mereka,” kata Paulus.

Menurut Paul, sapaan akrabnya, lebih dari 590 wanita mendaftar dalam kompetisi Kartini Digital. “Dari jumlah itu, mahasiswi dan pelajar mendominasi peserta dan kategori celegram tercatat menjadi kategori tertinggi yang mendaftar,” ucapnya.

Sementara itu, Wagub Sumut Brigjen TNI (Purn) Nurhajizah Marpaung mengajak para perempuan memanfaatkan perkembangan teknologi Informasi dan komunikasi untuk aktif beraktifitas serta menyuarakan semangat dan spirit para pejuang Indonesia untuk kemajuan masyarakat dan bangsa.

“Teknologi informasi dan komunikasi adalah jembatan yang dapat dimanfaatkan kaum wanita. Sekarang saatnya kartini digital memanfaatkan peluang tersebut,” seru Nurhajizah.

Dikatakan Wagub, perempuan Indonesia di era digital saat ini semakin tangkas dan cerdas, apalagi dengan kemudahan sarana komunikasi yang tersedia sekarang. Sehingga timbul komunitas-komunitas yang menyebar seperti virus positif yang pengaruhnya terasa dalam skala lebih luas.

Dengan demikian perjuangan RA Kartini seperti kemerdekaan, kebebasan, kesetaraan, kemandirian dan kemapanan dapat terwujud.

Apa yang diidamkan RA Kartini lanjut Wagub Sumut, sudah tampak wujudnya, dimana geliat para Kartini Era Digital yang akan terus bergerak dan merobohkan tembok-tembok yang memenjara perempuan agar dapat merdeka dan berdaya sepenuhnya.

“Jadilah Kartini Digital masa kini yang produktif dam bermanfaat bagi negeri,” sebut Nurhajizah.

Wagub pada kesempatan tersebut mengapresiasi Telkomsel atas prakarsa kegiatan Telkomsel Kartini Digital 2017 Competition yang merupakan salah satu upaya untuk mendorong kaum wanita dalam memanfaatkan teknologi digital untuk membangun karakter sumber daya manusia yang seauai dengan kepribadian bangsa dalam menuju era digital.

“Kartini Digital adalah sebutan yang cocok saat ini dimana perkembangan teknologi membuat pola pikir Kartini Digital untuk selalu kreatif dan inovatif,” imbuhnya.

Sedangkan Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid mengatakan bahwa di era digital saat ini para perempuan Indonesia harus bisa memanfaatkan teknologi digital. Menurutnya ini merupakan solusi keluar kebodohan dan peluang besar untuk para perempuan yang merupakan perjuangan RA Kartini pada zamannya.

“Salah satunya adalah bisnis online yang saat ini perkembangannya sangat pesat dan meraih untung yang signifikan. Marilah para perempuan Indonesia menjadi agen untuk mendorong Indonesia sebagai Negara Ekonomi Terbesar di Asia Tenggara pada Tahun 2020,” kata Meutya.

Malam Grand Final Kartini Digital 2017 Competition juga menampilkan pagelaran Sendratasik (Seni, Drama Tari dan Musik) dengan tema Tjut Nyak Dhien dan menghadirkan inspiring speech Meutya Hafid yang dinilai sebagai tokoh perempuan yang paling menginspirasi di Indonesia khususnya Pulau Sumatera.

Pada kesempatan itu, juga diresmikan komunitas Kartini Digital yang dikukuhkan dalam suatu komunitas bersama Sanggar Buana Puteri.

“Komunitas ini kedepannya akan menjadi wadah berkumpulnya para Kartini Digital, khususnya para wanita Sumatera, untuk saling sharing pengalaman dalam berbagai hal, seperti Blogger, Start Up, Online Shopping, Digital Entrepreuner dan lainnya,” jelasnya. (Suwardi Sinaga)

Copyright © 2017 wali.co.id. All Rights Reserved