wali.co.id
  • Home
  • Teknologi
  • Hati-hati! Beberapa Aplikasi Ponsel Android Berpotensi Gali Info Pribadi
Minggu, 09 April 2017 17:33:00

Hati-hati! Beberapa Aplikasi Ponsel Android Berpotensi Gali Info Pribadi

smeaker.com
Ilustrasi.

Wali.co.id - Beberapa aplikasi Android untuk ponsel pintar berpotensi menggali informasi pribadi kita.

Studi yang dilakukan oleh peneliti di Virginia Tech adalah yang pertama mempelajari bagaimana aplikasi berbicara satu sama lain dan bertukar informasi.

Hasil penelitian ini dipresentasikan dalam konferensi Asosiasi untuk Permesinan Komputer (ACM) Asia mengenai keamanan komputer dan komunikasi di Dubai, Senin (3/4/2017).

Dilansir VOA Indonesia, para peneliti itu mengatakan ada dua macam ancaman: malware dan aplikasi yang memungkinkan untuk kolusi dan eskalasi hak akses.

Para peneliti menambahkan bahwa pada kelompok kedua, mereka tidak dapat menilai apakah pengembang aplikasi sengaja menciptakan pelanggaran keamanan tersebut.

Contoh skenario pembocoran itu antara lain aplikasi senter bisa bekerja sama dengan aplikasi penerima pesan untuk mengungkapkan informasi kontak atau lokasi.

Tim peneliti tersebut mengamati lebih dari 100.000 aplikasi dari Google Play serta sekitar 10.000 aplikasi malware selama tiga tahun.

Asisten Profesor di Virginia Tech, Gang Wang, mengatakan para periset sebenarnya sudah tahu bahwa aplikasi bisa berbicara satu sama lain, dan studi ini memberikan bukti nyata bahwa, dengan sengaja atau tidak, perilaku aplikasi dapat mengancam keamanan data dalam ponsel pintar kita.

Menurut peneliti, aplikasi yang paling mungkin bocor adalah yang paling sedikit kegunaannya seperti nada dering dan emoji.

Para peneliti mengatakan, di antara aplikasi yang diuji, mereka menemukan ribuan pasang aplikasi yang berpotensi membocorkan informasi telepon dan pribadi yang sensitif atau memungkinkan aplikasi yang tidak punya otorisasi untuk mendapatkan akses ke data tertentu.

“Keamanan aplikasi sekarang masih seperti zaman koboi dengan peraturan masih sedikit. Kami berharap makalah ini akan menjadi sumber bagi industri tersebut untuk memeriksa kembali praktek pengembangan perangkat lunak mereka dan memberikan perlindungan langsung. Walaupun kita tidak bisa mengukur apa maksud pengembang aplikasi dalam kasus-kasus non-malware, kami setidaknya bisa meningkatkan kesadaran akan masalah keamanan aplikasi ponsel bagi konsumen yang sebelumnya mungkin tidak berpikir banyak tentang apa yang mereka unduh ke ponsel mereka,” ujar Wang. (***)

Copyright © 2017 wali.co.id. All Rights Reserved