wali.co.id
  • Home
  • Hiburan
  • Dinas Kebudayaan Medan Ajak Pelaku Seni dan Pelajar Lestarikan Seni dan Budaya Tradisional
Minggu, 07 Mei 2017 13:22:00

Dinas Kebudayaan Medan Ajak Pelaku Seni dan Pelajar Lestarikan Seni dan Budaya Tradisional

Istimewa
Pagelaran tari.

Wali.co.id - Pemko Medan melalui Dinas Kebudayaan Kota Medan menggelar tari kreasi, tradisi dan komtemporer di Balai Rasa Sayang Hotel Polonia Medan, Sabtu (6/5/2017) petang. Kegiatan ini digelar dalam upaya mengajak para pelaku seni, terutama generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian seni maupun budaya tradisional.

Pagelaran tari kreasi, tradisi dan kontemporer ini dapat terselenggara berkat kerja sama Dinas Kebudayaan dengan Komite Seni Tari yang bernaung di bawah Dewan Kesenian Medan (DKM) ini. Sedangkan para penari pendukung pagelaran ini merupakan para pelajar yang berasal dari sejumlah sanggar di Kota Medan.

Menurut Plt Kadis Kebudayaan Kota Medan Edliaty didampingi Kabid kebudayaan dan Cagar Budaya Fahmi IL Harahap, pagelaran ini sebagai bagian dari promosi lokal  untuk melestarikan budaya daerah. Sebab, saat ini arus globalisasi  dan budaya barat semakin menggerus budaya daerah yang secara tidak langsung sedikit banyak telah mempengaruhi karakter bangsa.

Untuk itu Edliaty memberikan apresiaasi kepada semua pihak, terutama para pelaku seni yang telah berperan serta memberikan sumbangsih tenaga maupun pemikiran, mulai dari perencanaan hingga berlangsungnya pagelaran ini. Dia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat kepada para pelaku seni dan budaya tradisional agar secara kiontiniu terlibat dalam pelestarian seni dan budaya tradisional.

“Kita semua harus menjalin kerja sama yang baik dan berkesinambungan untuk melestarikan senin dan budaya tradisional. Di samping itu terus meningkatkan kesadaran kita bahwa seni dan budaya tradisional merupakan kekayaan bangsa yang tidak ternilai harganya. Jadi pembangunan kesenian dan kebudayaan tetap menajdi prioritas kita,” kata Edliaty.

Disaksikan ratusan pelajar, pagelaran tari kreasi, tradisi dan kontemporer ini mendapat aplaus meriah. Meski mengusung tarian tradisional namun penggarapannya dilakukan secara apik dan dibungkus lebih modern dan profesional, sehingga menghasilkan pertunjukan yang sangat memanjakan mata pengunjung.

Diawali dengan pertunjukan Tarian Bulan Merindu (Melayu), Tarian Multi Etnis, Tarian Sitalasari (Simalungun), Tarian Etnis (Batak Toba dan Karo), sampai Tarian Edeng-Edeng (Tapanuli Selatan) membuat seluruh pengunjung yang hadir terpukau. Selain tarian tradisonal, panggung juga diisi dengan pertunjukan tarian kreasi yakni Tarian Cikala Pong Pong dan Medanku Sayang.

Selain itu penonton juga disajikan pertunjukan tarian kontemporer aprosentris. Untuk tarian kontemporer ini, para pengunjung yang umumnya kaum pelajar ini sepertinya belum bisa mencerna sepenuhnya pesan yang ingin disampaikan dalam tarian tersebut. Hal ini bisa dimaklumi karena tarian kontemporer  sepertinya belum familiar, terutama bagi para pelajar.

Usai pertunjukan, Ketua DKM Rianto Aghly sangat mengapresiaasi digelarnya menggelar tari kreasi, tradisi dan komtemporer. Apalagi pagelaran ini melibatkan para pelaku seni dan pelajar sebagai upaya untuk melestarikan seni dan budaya tradisional. Dia berharap kegiatan ini rutin dilakukan, sehingga out put yang diinginkan dapat terwujud.

“DKM siap mendukung keinginan Walikota dalam rangka melestarikan seni dan budaya tradisionil. Dengan melibatkan para pelaku seni, saya yakin masih banyak lagi seni dan budaya yang bisa digali,” ungkap Rianto.

Kemudian Rianto memberi saran agar pagelaran tari kreasi, tradisi dan kontemporer ini bisa ditampilkan di luar gedung seperti tempat terbuka, sehingga masyarakat luas dapat menikmatinya.

“Kalau hanya digelar dalam gedung saja, banyak masyarakat yang tidak mengetahuinya. Kalau bisa untuk pertunjukan berikutnya agar digelar di luar gedung,” harapnya. (Suwardi Sinaga)

Copyright © 2017 wali.co.id. All Rights Reserved