wali.co.id
  • Home
  • Ekonomi
  • Totalindo Menawarkan Maksimal 2,15 Miliar Lembar Saham Atau 30,07 Persen Dari Modal Ditempatkan
Rabu, 10 Mei 2017 18:56:00

Totalindo Menawarkan Maksimal 2,15 Miliar Lembar Saham Atau 30,07 Persen Dari Modal Ditempatkan

Istimewa
Dirut PT Totalindo Eka Persada Ir Donald Sihombing (ketiga dari kiri).

Wali.co.id - Totalindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor dan swasta dengan portofolio meliputi sektor hunian, hotel, komersial hingga fasilitas publik. Perusahaan menargetkan dana yang diperoleh dari hasil IPO nanti akan digunakan sekitar 60 persen untuk kebutuhan modal kerja dan 5 persen akan digunakan untuk pengembangan bisnis kontruksi melalui pembelian mesin.

Demikian dikatakan oleh Direktur Utama PT Totalindo Eka Persada Ir Donald Sihombing kepada wali.co.id melalui telepon, Rabu (10/5/2017).

“Saham Totalindo direncanakan akan mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Tanggal 9 Juni 2017,rencananya Totalindo akan menawarkan maksimal 2,15 miliar lembar saham atau 30,07 persen dari modal ditempatkan. Adapun nominal saham per lembarnya yaitu Rp100. Perseroan juga berencana menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia dan PT Indo Premier Sekuritas (terafiliasi) sebagai penjamin pelaksana emisi efek,” ujar Donald Sihombing.

“Tahun ini kami memiliki total order book Rp2,69 triliun, dan telah mendapatkan empat proyek baru sebesar Rp1,51 triliun,dari target kontrak baru sebesar Rp3 triliun, sekitar 20% berasal dari proyek pemerintah dan sisanya 80% berasal dari swasta,” imbuhnya.

Donal Sihombing juga optimistis, dengan kondisi ekonomi yang mulai tumbuh akan ada tambahan Rp500 miliar dari proyek pemerintah sampai akhir 2017.

Menurutnya, potensi bisnis kontruksi nasional masih akan tetap tumbuh seiring mulai mencairnya belanja modal negara atau APBN 2017. Ke depan perseroan juga akan memperluas proyek hingga ke Jawa Barat dan Banten.

Donald Sihombing menambahkan, perseroan tetap akan fokus pada tiga segmen konstruksi yaitu, proyek kelas menengah atas, apartemen kelas menengah dan rumah susun untuk kelas menengah bawah (low segment).

“Kita juga akan mengikut tender yang diselenggarakan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, nanti kita hunting di luar DKI Jakarta, saya yakin bisa ada tambahan 30%-40% proyek baru dari pemerintah,” katanya.

Sebelumnya, Head of Investment Banking Bahana Sekuritas Novita Lubis mengatakan bahwa saham perseroan akan dilepas pada harga pelaksanaan di kisaran Rp300 hingga Rp490 per lembar. Dengan kata lain, perseroan menargetkan dana hasil IPO ini antara Rp645 miliar hingga Rp1,05 triliun.

Rencananya, 60% dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja, 35% untuk pembayaran utang perseroan, dan 5% untuk belanja modal pengembangan bisnis konstruksi melalui pembelian mesin, alat berat dan peralatan konstruksi.

“Target harga pelaksanaan tersebut masih berupa kisaran. Nanti finalnya akan tergantung hasil bookbuilding. Harga pelaksanaan ini mencerminkan P/E ratio delapan hingga 13 kali berdasarkan proyeksi laba 2017,” kata Novita. (Freddy Hutasoit)

Copyright © 2017 wali.co.id. All Rights Reserved