wali.co.id
Kamis, 15 Desember 2016 23:42:00

Cina Dominasi Pasar Nonmigas Indonesia

Setkab RI
Terminal Peti Kemas.

Wali.co.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menginformasikan, nilai ekspor Indonesia pada November 2016 mencapai 13,50 miliar Dolar AS atau meningkat 5,91 persen dibanding ekspor Oktober 2016, atau naik 21,34 persen  dibanding November 2015.

Sementara nilai impor pada November 2016 mencapai 12,66 miliar Dolar AS atau naik 10,00 persen dibanding Oktober 2016, dan naik 9,88 persen dibandingkan November 2015.

Siaran pers BPS menunjukkan, ekspor nonmigas November 2016 mencapai 12,39 miliar Dolar AS atau naik 6,04 persen dibanding Oktober 2016, dan 28,75 persen dibanding November 2015.

“Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari - November 2016 mencapai 130,65 miliar Dolar AS atau turun 5,63 persen dibanding periode yang sama Tahun 2015, demikian juga ekspor nonmigas mencapai 118,80 miliar dollar AS atau turun 1,96 persen,” jelas BPS sebagaimana dilansir situs resmi Setkab RI, Kamis (15/12/2016).

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas November 2016 terhadap Oktober 2016, menurut siaran pers BPS, terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 366,1 juta Dolar AS (20,37 persen). Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada  besi dan baja sebesar 67,8 juta Dolar AS (30,57 persen).

Mengenai negara tujuan ekspor nonmigas November 2016, menurut BPS, paling besar  ke Tiongkok (Cina) sebesar yaitu 1,81 miliar Dolar AS, disusul Amerika Serikat 1,33 miliar Dolar AS, dan Jepang 1,30 miliar Dolar AS.

“Kontribusi ketiganya mencapai 35,84 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar 1,34 miliar,” tulis BPS.

Data BPS juga menunjukkan,  ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari - November 2016 turun 0,28 persen dibanding periode yang sama Tahun 2015, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 9,75 persen, demikian juga ekspor hasil pertanian turun 10,48 persen.

Sementara provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari - November 2016 berasal dari Jawa Barat dengan nilai 23,43 miliar Dolar AS (17,93 persen), diikuti Jawa Timur 16,91 miliar Dolar AS (12,94 persen), dan Kalimantan Timur 12,57 miliar Dolar AS (9,62 persen).

Untuk impor, BPS menyebutkan, bahwa impor nonmigas November 2016 mencapai 10,90 miliar Dolar AS atau naik 9,39 persen jika dibandingkan Oktober 2016. Demikian pula apabila dibandingkan November 2015 naik 10,31 persen.

“Impor migas November 2016 mencapai 1,76 miliar Dolar AS atau naik 13,89 persen jika dibandingkan Oktober 2016, dan naik 7,27 persen dibandingkan November 2015,” sebut BPS.

Secara kumulatif, menurut BPS, nilai impor Januari - November 2016 mencapai 122,86 miliar Dolar AS atau turun 5,94 persen  dibanding periode yang sama Tahun 2015. Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas 17,07 miliar Dolar AS (turun 25,17 persen) dan nonmigas 105,79 miliar Dolar AS (turun 1,87 persen).

Menurut BPS, peningkatan impor nonmigas terbesar November 2016 adalah golongan mesin dan peralatan listrik 210,3 juta Dolar AS (15,23 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan kapal laut dan bangunan terapung 55,8 juta Dolar AS (40,97 persen).

Tiga negara asal barang impor nonmigas terbesar Januari - November 2016, menurut BPS, adalah Tiongkok dengan nilai 27,55 miliar Dolar AS (26,04 persen), Jepang 11,84 miliar Dolar AS (11,20 persen), dan Thailand 7,95 miliar Dolar AS  (7,52 persen).

“Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 21,57 persen, sementara dari Uni Eropa 9,18 persen,” tulis BPS.

Untuk nilai impor golongan bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari - November 2016, menurut BPS, mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 6,77 persen dan 10,57 persen. Sebaliknya impor golongan barang konsumsi meningkat 13,07 persen. (***)

Copyright © 2018 wali.co.id. All Rights Reserved