wali.co.id
  • Home
  • Dunia
  • Pembunuhan Kim Jong Nam Picu Ketegangan Malaysia-Korut
Selasa, 21 Februari 2017 09:37:00

Pembunuhan Kim Jong Nam Picu Ketegangan Malaysia-Korut

Voaindonesia.com
Gambar yang diambil dari rekaman CCTV menunjukkan seorang perempuan (kiri) di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia, yang ditangkap polisi terkait pembunuhan Kim Jong Nam.

Wali.co.id - Ketegangan diplomatik antara Korea Utara dan Malaysia meningkat setelah insiden pembunuhan abang tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Dilansir VOA Indonesia, Duta Besar Korea Utara untuk Malaysia, Kang Chol, Senin (20/2/2017) menyerukan penyidikan gabungan terhadap kematian Kim Jong Nam, dan mengatakan tidak dapat mempercayai penyidikan yang dilakukan kepolisian Malaysia.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menanggapi pernyataan itu dengan mengatakan bahwa Malaysia tidak punya alasan untuk memburuk-burukkan Korea Utara, dan ia menyatakan kepercayaan penuh pada objektivitas penyidikan.

Menteri Kesehatan Malaysia mengatakan hasil otopsi Kim mungkin diumumkan pada Rabu (22/2/2017).

Duta Besar Kang kemudian dipanggil Kementerian Luar Negeri Malaysia, Senin (20/2/2017) setelah ia terang-terangan mengecam Malaysia karena menolak permintaan untuk menyerahkan mayat Kim, dan untuk mengizinkan perwakilan Kedutaan Besar Korea Utara menghadiri autopsi. Kementerian Luar Negeri menyebut kecaman itu tanpa dasar dan menarik duta besarnya dari Pyongyang.

Kim Jong Nam yang berusia 45 tahun disergap dan diyakini diracun oleh dua perempuan di Bandara Internasional Kuala Lumpur selagi menunggu penerbangan menuju Makau. Stasiun televisi Jepang Fuji TV pada Senin mengudarakan video kamera keamanan bandara yang menunjukkan salah satu perempuan itu meringkus Kim dari belakang dan secara paksa mengarahkan sesuatu ke wajahnya.

Setelah serangan itu, Kim terlihat minta bantuan dari pekerja bandara dan menunjuk-nunjuk ke matanya sendiri. Ia meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Empat orang telah ditahan terkait kejahatan itu, termasuk kedua tersangka penyerang dan seorang warga Korea Utara yang ditahan pada Jumat. Penyidik juga mencari empat lelaki Korea Utara yang meninggalkan Malaysia dengan pesawat terbang pada hari kematian Kim.

Kim Jong Nam pernah dianggap sebagai bakal pengganti pemimpin Korea Utara, tetapi ia tidak lagi disukai ayahnya, Kim Jong Il, setelah upaya yang gagal pada Tahun 2001 untuk masuk ke Jepang menggunakan paspor palsu untuk mengunjungi Disneyland, dan diasingkan ke Makau.

Badan Intelijen Korea Selatan mengatakan begitu memegang kekuasaan, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengeluarkan perintah untuk membunuh abang tirinya, dan usaha pembunuhan pernah dilakukan Tahun 2012. Dalam sidang Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan, Senin, PM Hwang Kyo-ahn mengatakan, pembunuhan itu menunjukkan betapa nekad dan kejamnya Pemerintah Korea Utara.

Kim Jong Nam kabarnya dianggap sebagai ancaman bagi pemerintahan adik tirinya karena ia sering mengecam rezim otoriter Korea Utara.

Ada spekulasi bahwa Cina jengkel karena ujicoba misil dan nuklir yang berulangkali dilakukan Korea Utara meskipun ada sanksi internasional, dan bahwa pembunuhan Kim Jong Nam mungkin telah memicu keputusan Cina pada Sabtu untuk menghentikan impor batubara dari Korea Utara. Ekspor batubara merupakan sumber pemasukan penting bagi Pemerintah Korea Utara. (VOA Indonesia/Suwardi Sinaga)

Copyright © 2018 wali.co.id. All Rights Reserved